Rabu, 27 Februari 2013

Tissue merusak Hutan Kita



www.belantaraindonesia.org

 Tissue, merusak hutan dunia! Tahukah Anda dengan Tisuue? Ya, benda yang sangat umum dan sering di gunakan oleh hampir manusia di dunia. Biasanya di gunakan untuk membersihkan tangan, membersihkan barang, membasuh muka dll. Tetapi tahukah Anda bahwa tissue juga bisa berbahaya untuk kita dan dunia kita?Bisa dikatakan penggunaan tissue dalam kehidupan sehari - hari memang terhitung praktis. Tetapi pernahkah terlintas di pikiran kita bagaimana asal muasal tissue sampai bisa digunakan oleh kita sehari - hari?

Tissue mulai dibuat sekitar tahun 1880 - an  dari bahan baku kulit kayu yang dijadikan pulp ( bubur kertas ) dan sampai sekarang pun bahan baku dalam pembuatan  tissue masih menggunakan kayu. Kayu yang didapat pastinya dari hasil penebangan pohon - pohon di hutan. Biasanya tissue di Indonesia menggunakan bahan baku dari pohon

Sadarkah kita bahwa penggunaan tissue yang berlebihan ikut mendukung kerusakan hutan? Dimisalkan saja Anda menggunakan 10 sheet tissue dalam sehari dari pemakaian untuk membersihkan tangan, mulut,  atau pun hidung disaat sedang flu.

Apalagi saat sedang flu yang biasanya memerlukan banyak persediaan tissue. Dalam 1 pack tissue terdapat 20 sheet, dan ternyata dari 1 pohon berumur 6 tahun hanya bisa menghasilkan 2 pack tissue saja, 40 sheet lah jadinya. berarti dalam 4 hari saja kita sudah menghabiskan 1 pohon.

Jenis-Jenis Kompor Untuk Petualangan

Kompor adalah salah satu barang penting yang harus ada dalam kegiatan petualangan seperti pendakian gunung. Kegunaan kompor adalah untuk memasak dan bahkan juga bisa di gunakan sebagai pemanas badan sementara. Dan untuk menambah pengetahuan Anda, berikut ini jenis kompor untuk petualangan yang sebaiknya Anda tahu.

1. KOMPOR GAS BUTANA
Kompor ini menghasilkan api biru yang baik sehingga makanan cepat masak dan tidak menyebabkan panci berkerak atau menghitam.

www.belantaraindonesia.org

Tetapi mudah sekali bocor apabila kepanasan, diperlukan pengemasan yang hati - hati dalam membawanya. Selain itu harga lebih mahal tetapi efektif untuk perjalanan pendek.

Tips Jika Bertemu Dengan Hewan Liar

Menjelajah hutan belantara adalah salah satu kegiatan yang berhubungan dengan dunia petualangan di alam terbuka. Sebelum memulai trekking ke dalam hutan yang lebat, ketahui dahulu hewan apa yang mungkin akan Anda temui di dalamnya dengan menanyakan pada penjaga hutan.
Simpan semua makanan Anda di tas, dan jangan biarkan berceceran karena dapat memancing datangnya hewan liar.

Penting juga untuk diketahui apa yang pertama harus dilakukan saat hewan liar menyerang, misalnya dengan berpura - pura mati saat bertemu beruang, diam tenang di tempat bila bertemu Harimau atau juga bila Anda memiliki nyali lebih, diam di tempat dan tataplah matanya, niscaya Harimau tidak akan berani berbuat lebih selain menggeram, dan memanjat pohon bila dikejar babi hutan atau badak.

Tips Mengatasi kedinginan


Suhu dingin di ketinggian gunung berbeda dengan kondisi dingin di bawah, apalagi jika malam hari menjelang. Untuk beberapa gunung, suhu di atas gunung bisa mencapai 0 derajat celcius, dan suhu ekstrem di gunung sangat berbahaya bagi kita, jika kita tak pandai mengantisipasinya dengan baik. Dan biasanya jika kita dalam pendakian gunung, untuk sedikit meredakan rasa dingin, kita akan memakai jaket yang tebal dan membuat api unggun, tetapi apakah cara itu berkhasiat manjur?
Banyak dari para pendaki yang mempunyai penyakit alergi terhadap dingin, bila terkena hawa atau suhu yang dingin tubuh mereka langsung timbul bintik – bintik merah di sekujur tubuhnya. Penyakit ini sering sekali terjadi bila berada di tempat yang dingin, untuk menghilangkannya cukup oleskan minyak kayu putih atau sejenisnya yang bisa membuat hangat, dan sebaiknya tidak di oleskan balsam karena justru akan menambah rasa dingin tersebut, kebanyakan balsam mengandung zat menthol yang mempunyai efek dingin.
Tips – tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di atas gunung:

Tips Jika Tersesat Di Gunung



  Selama dalam pendakian, ada baiknya memperhatikan keadaan alam sekitar yang bisa dijadikan tanda yang tidak mudah dilupakan, seperti tumpukan batu raksasa, pohon besar dan tinggi, pohon tumbang, dan aliran sungai. Tanda-tanda alam tersebut bisa digunakan sebagai rambu pemandu kejalur semula bila kebetulan tersesat. Bila berada pada suatu ketinggian, tiba-tiba mendengar suara musik, suara azan, suara deru motor, atau melihat cahaya lampu yang seolah-olah jaraknya tidak jauh, apalagi pada malam hari, sebenarnya kondisi seperti itu hanya tipuan pada pendengaran dan penglihatan, ketika kondisi fisik sudah melemah dan mental menurun. Oleh karena itu, timbul keinginan untuk secepatnya menuju kearah datangnya suara atau sinar tadi. Tanpa disadari kita sudah keluar dari jalur yang mengakibatkan terjebak pada situasi medan yang menyesatkan. Jangan coba-coba melakukan jalan pintas atau potong kompas kalau tidak tahu tehniknya, apalagi bila tidak membawa peta dan kompas. Perjalanan yang menyesatkan bisa juga karena mengikuti aliran sungai. Memang betul aliran sungai dari gunung aka mengalir kedataran rendah, mungkin juga melintasi sebuah perkampungan penduduk. Tapi harus diingat bahwa aliran sungai umumnya memiliki jeram atau air terjun yang dapat menyulitakan bahkan menyesatkan. Bila kita sudah menyadari telah salah jalur atau tersesat, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan panik!! lebih baik berhenti dan istirahat dulu (minum air, makan sepotong coklat) Sambil memberi tanda lokasi istirahat dengan tanda yang mencolok/mudah diingat, seperti: mengikat batang/ranting perdu, mematahkan beberapa ranting pohon/perdu, mengikat serumpun alang-alang, dan lakukan pengamatan medan sekitar. Dari lokasi istirahat yang telah diberi tanda jejak tadi, cobalah berjalan kearah empat penjuru mata angin selama 15-20 menit. Bila belum ditemukan jalur resmi pada satu arah mata aingin setelah berjalan 15-20 menit, berilah tanda jejak pada lokasi tersebut. Kemudian kembali kelokasi semula yang telah diberi tanda jejak (lokasi istirahat). Demikian selanjutnya, pada arah mata angin yang lain bila jalur resmi belum ditemukan. Jarak dan waktu tempuh mencari jalur resmi bisa diperpanjang asalkan tidak lupa memberikan tanda-tanda jejak pada kawasan yang pernah dilewati. Bila tidak cukup waktu atau hari sudah menjelang sore, sebaiknya mulai mendirikan tenda kalau tidak ada dirikanlah shelter alam (bivak), jangan memaksakan diri melakukan pencarian jalur resmi dimalam hari, lebih baik digunakan untuk istirahat dan menambah kalori dengan makan dan minum. Baru keesokan harinya bisa dilanjutkan pencarian jalurnya. Terkadang ada jalur yang tertutup semak belukar, alang-alang, dan pohon tumbang, karena jarang dilewati pendaki. Bila pencarian jalur resmi dilakukan dengan sabar dan tidak panik, percaya diri serta kal sehat, cepat atau lambat akan dapat ditemukan. Kalau tersesat sebaiknya kita tenang dan ingat rumus : STOP S = Stop/Seating: Berhentilah dan beristirahat dengan santai, dan berusahalah untuk tidak panik, segera hilangkan kepanikan (kalau emang sudah panik). Kalo perlu makan coklat dulu biar tenang…… T = Thinking: Berpikir secara jernih (logik) dalam situasi yang sedang dihadapi. O = Observation: Lakukan pengamatan/observasi medan disekitar kita, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat kita mamfaatkan atau yang harus kita hindari. P = Planning: Buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila kita sudah memutuskan sesuatu yang akan kita lakukan. sumber: anakeibune.blogspot.com

Tips Mengatasi hipotermia Pada Saat Mendaki Gunung

Bagi seseorang yang mempunyai hoby berkegiatan di alam bebas, sebaiknya mengerti akan resiko yang mungkin akan di timbulkan,terutama dalam pendakian gunung. Karakter ketinggian gunung yang variativ membuat suhu di gunung menentukan karakter suhu tubuh seseorang. Salah satu penyakit yang sering menyerang para pendaki adalah Hipotermia. Salah dalam penanganan akan berakibat fatal bahkan beresiko pada kematian. Pendaki gunung dan Hipotermia merupakan sebuah hubungan yang sangat terkait dalam pendakian.

Jika kondisi tubuh terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita pembekuan dan perlu diamputasi.

Senin, 25 Februari 2013

Info Pendakian Gunung Bromo Dan Semeru

Salam Lestari.... Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai Pendakian ke Gunung Semeru pada bulan Mei tahun 2013 ini, berikut kami berikan beberapa list acara yang yang bisa menjadi referensi bagi teman-teman semua. Kami meminta maaf karena kami tidak bisa memberikan detail acaranya seperti apa. Dalam artikel ini kami hanya akan memberikan nama acara, brosur (jika ada), Contact Person serta sumber informasi acara tersebut. 

1. PENDAKIAN BERSAMA Gn.SEMERU BROMO - PANANJAKAN  KE XVI JEJAK ADVENTURE COMMUNITY
Tanggal 4 s/d 11 Mei 2013

acara-pendakian-gunung-semeru-mei-2013

Sejarah Berdirinya Pecinta Alam

Ingatlah hai engkau penjelajah alam :

1. Take nothing, but pictures [jangan ambil sesuatu kecuali gambar]
2. Kill nothing, but times [jangan bunuh sesuatu kecuali waktu]
3. Leave nothing, but foot-print [jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki]

dan senantiasa ;
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

2. Percaya kepada kawan [dalam hal ini kawan adalah rekan penggiat dan peralatan serta perlengkapan, tentu saja juga harus dibarengi bahwa diri kita sendiri juga dapat dipercaya oleh “teman” tersebut dengan menjaga, memelihara dan melindunginya
3. Percaya kepada diri sendiri, yaitu percaya bahwa kita mampu melakukan segala sesuatunya dengan baik.



Sejarah Pencinta Alam Serta Perkembangannya
Apabila sejenak kita merunut dari belakang, sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah "rumah" mereka. Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih "bermartabat", alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya.

Jumat, 22 Februari 2013

Photo-Photo Purnama pecinta Alam Se-Riau Ke 2




Mahasiswa Pecinta Alam Se-Riau Gelar Aksi Damai di Lapangan Tugu

BENGKALIS, GORIAU.COM - Sebanyak 95 pelajar dan mahasiswa pecinta alam se-Riau menggelar aksi damai di Lapangan Tugu Bengkalis, Rabu (20/2/2013). Aksi damai tersebut merupakan rangkaian acara Purnama PA Riau II yang diselenggarakan Mapala Politeknik Bengkalis dengan mengambil tema “merangkul masyarakat untuk menghijaukan alam Riau dan menyelamatkan dari kerusakan. Aksi dimulai pukul 08.00 WIB dengan melakukan Longmarch dari pPlabuhan Bandar Sri Laksamana menuju Lapangan Tugu. Dilanjutkan dengan orasi dan bagi-bagi 200 bibit Durian dan Petai kepada masyarakat yang melintas. Selain membagikan bibit, ada aksi teaterikal dengan mengecat badan berwarna hijau. Alam Syah, salah satu mahasiswa pecinta alam dari Dumai yang ikut mementaskan aksi teaterikal hijau mengatakan, sebagian dari mereka melakukan pengecatan tubuh dengan warna hijau ini merupakan simbol kecintaan kepada alam. Koordinator Aksi, Ismail yang juga mahasiswa Politeknik Bengkalis, dalam orasinya mengajak masyarakat untuk menghijaukan kembali bumi Melayu yang sudah mengalami banyak kerusakan akibat banyaknya perusahaan yang beroperasi di Riau. “Aksi yang sama sudah kita buat di Kabupaten Rokan Hulu tahun lalu. Tahun depan kita berencana menggelar aksi damai di Kabupaten Indragiri Hulu. Menurut pandangan kami sebagai mahasiswa dan pecinta alam, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Riau masih kurang peduli dengan keseimbangan ekosistem alam yang butuh penghijauan hutan kembali," ujar Ismail. Menurutnya, aksi ini sengaja digelar setiap tahun dengan berpindah-pindah kabupaten dengan tujuan menyadarkan oknum pemerintah dan oknum perusahaan yang selalu merusak alam dengan membangun pabrik dengan menebang pohon sehingga menyebabkan kerusakan alam seperti yang dirasakan saat ini. (jfk)

Sumber Berita : [http://www.goriau.com/berita/dunia/mahasiswa-pecinta-alam-gelar-aksi-damai-di-lapangan-tugu.html]

Sabtu, 16 Februari 2013

Visi & Misi Mapala Umri


VISI DAN MISI
MAHASISWA PECINTA ALAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
(MAPALA UMRI)


VISI
Terciptanya insan manusia yang lebih berakhlak mulia dan bertaqwa, serta berpola pikir luas, dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral demi persatuan dan kesatuan untuk membangun karakteristik Organisasi MAPALA UMRI yang mandiri dan berkualitas.

MISI
1.  Mengembangkan kemandirian dan eksistensi organisasi MAPALA UMRI di Internal Universitas Muhammadiyah Riau maupun di Eksternal Universitas Muhammadiyah Riau.
2.      Menjalin dan mempererat rasa kekeluargaan yang harmonis antara sesama Pecinta Alam.
3.      Menjadikan Mahasiswa yang Berakhlaq Mulia dan berfikir Universal terhadap kondisi lingkungan.
4.      Berpartisipasi dalam berbagai aspek kemajuan Universitas serta Nusa Dan Bangsa.
5.      Membentuk dan membina pribadi muslim yang utuh melalui kegiatan kepencintaalaman.


Lambang /Bendera Mapala Umri

ARTI DAN SIMBOL GAMBAR

1.      Bendera Merah Putih melambangkan kedudukan dan pribadi MAPALA UMRI yaitu berani atas tujuan suci.
2.      Logo Muhammadiyah melambangkan MAPALA UMRI berada di ruang lingkup keluarga besar muhammadiyah.
3.      Gunung dan Rimba melambangkan ruang lingkup kegiatan MAPALA UMRI.
4.      Mata Angin melambangkan kecepatan, ketepatan dan kesungguhan serta ketulusan dalam setiap aktivitas MAPALA UMRI.
5.      Telapak Kaki melambangkan aktivitas dan karya nyata dalam mengabdi di lingkungan.
6.      Simpul Tali melambangkan hubungan persaudaran, semangat kekeluargaan untuk menjalankan dan membangun MAPALA UMRI.

ARTI WARNA

1.      Orange melambangkan energi, kesimbangan, dan kehangatan.
2.      Hijau melambangkan kelestarian alam dan lingkungan.                                                        
3.      Putih melambangkan suci dan bersih.
4.      Hitam melambangkan kedisplinan, berkemauan keras dan independen.



Sejarah Mapala Umri






Di Indonesia sejarah pencinta alam dimulai dari sebuah perkumpulan yaitu “Perkumpulan Pencinta Alam” (PPA) brdiri 18 Oktober 1953. PPA merupakan perkumpulan Hobby yang diartikan suatu kegemaran positif serta suci, terlepas dari ‘sifat maniak’ yang semata-mata melepaskan nafsunya corak negative. Tujuan mereka adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Sayang perkumpulan ini tidak berumur panjang. Penyebabnya antara lain Faktor pergolakan politik dan suasana yang belim terlalu mendukung shingga akhirnya PPA bubar di akhir tahun 1960. Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pecinta alam pertama di tanah air menyusulkan istilah pencinta alam karna cinta lebih dalam maknanya dari pada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. “Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini.

 Berawal dari sejarah ini pula timbulah keinginan dari sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau untuk menjunjung tinggi nilai alam sekitar untuk menjaga, merawat dan juga melestarikan keindahannya sepanjang masa, maka muncullah idielogi dari kawan-kawan untuk membuat suatu organisasi yang berkaitan dengan alam. Kehadiran kelompok ini disambut hangat oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau.Berdasarkan latar belakang diatas maka sekelompok mahasiswa yang diprakarsai oleh “Robert Satria, Doni Saputra, Andika Bestari , Frans Setya Editira, Miftah Faridl Basar, Ridho Wahudi, A.Rahim, Taufik Maulana” di bawah binaan “Harry Yogsunandar,S.IP dan Ir. Denur Jumali, MM”. Sepakat untuk menggagas pembentukan organisasi Kepencinta Alaman yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Riau. Mereka memikirkan , merapatkan dan merumuskan tentang pembentukan Organisasi tersebut dengan mengundang mahasiswa/i yang berminat dengan kegiatan Kepencinta Alaman yaitu pada tanggal 12 Oktober 2012 bertempat di Universitas Muhammadiyah Riau Jln. KH. Ahmad Dahlan No.88 saat itu pula dicetuskannya nama organisasi itu sendiri Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Riau (MAPALA UMRI).

 Dengan terbentuknya MAPALA di Universitas Muhammadiyah Riau muncullah pertanyaan dari kawan-kawan untuk apa hadirnya organisasi ini, Maka sangat jelas alasan hadirnya MAPALA di Universitas Muhammadiyah Riau adalah salah satunya untuk menampung anspirasi mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitas mahasiswa. Mungkin ada di antara kawan-kawan yang menyukai tantangan dan juga Adventure di alam terbuka. Karna disitu pula banyak hal yang bisa kita lakukan salah satunya ialah orang yang suka akan alam sedangkan petualang adalah orang yang suka mencari pengalaman dan tantangan yang berbahaya, mengandung resiko tinggi dsb. Dengan demikian secara etimologi jelas di seratkan ke duanya memiliki arah tujuan yang berbeda meskipun ruang gerak aktifitas yang di gunakan keduanya sama yaitu “ALAM“ di lain pihak perbeadaan itu tidak sebatas istilah saja, tetapi juga langkah yang dijalankan seoarang pencinta alam lebih populer dengan gerakan-gerakan enviromentalismenya sementara itu Pencinta Alam aktifitasnya lebih dekat dengan Adventure seperti pendakian gunung, panjat tebing ,pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.

 Dalam hal ini kami mengajak kawan- kawan para mahasiswa untuk menjunjung tinggi nilai alam dan menjaga kelestariannya, agar tidak ada tangan jail yang merusaknya. Maka sangat jelas kenapa hadirnya MAPALA di Universitas Muhammadiyah Riau, dalam hal ini juga kami mengharapkan agar organisasi ini terus berlanjut sampai kapanpun jika nantinya ada konflik internal maka selesaikan dengan musyawarah, tanpa ada kontroversi di luar sana.

Tata cara Mengisi Carrel

Pada Kali Ini Silahkan Kawan2Melihat Bagaimana Keterangan Mengisi Carrel Di Gambar Ini...


Tata Cara Penggunaaan Kompas

TEHNIK NAVIGASI HANYA DENGAN MENGGUNAKAN KOMPAS
Ini merupakan pengetahuan yang mudah, dan bisa dikatakan tidak cukup untuk mengadakan perjalanan yang aman di daerah yang tidak dikenal. Hal pertama yang hatus dimengerti adalah ARAH. Utara, Selatan, dan Barat. Perhatikan kompas anda dan pelajari bagaimana sudut Utara merupakan sesuatu yang sangat penting. Ada banyak macam kompas, ada yang pemakaiannya dengan menempelkan pada peta dan ada juga yang pemakaiannya dengan memempelkan pada ibu jari kita. Kompas ibu jari (kompas bidik) banyak dipakai oleh para orienteer yang selalu bergerak cepat, dan jenis kompas ini yang biasanya normal dipakai. Tapi ini bukanlah hal yang tutorial.

 MENGENAL BAGIAN KOMPAS
Temukan panah yang berwana merah dan hitam, yang disebut juga jarum kompas. Dan di beberapa jenis kompas lain ada yang berwarna merah dan putih. Tapi intinya, bagian yang merah selalu menunjukan arah magnetik bumi yaitu kutup utara. Hal dasar inilah yang harus dipahami terlebih dahulu. Dan bagaimana caranya jika tujuan kita bukan ke Utara, tapi arah lain? jawabnya simple saja, yaitu pada bagian kompas terdapat bagian yang bisa diputar yang disebut juga rumah kompas. Pada bagian atas sisi dari rumah kompas akan ditemukan skala yang menunjukan angka 0 sampai 360 atau dari 0 sampai 400. Itu semua adalah sudut derajat atau bearing dan kita juga akan menemukan huruf abjad N, S, W dan E yang diartikan sebagai North (Utara), South (Selatan), West (Barat) dan East (Timur). Jika kita hendak menuju kearah diatara dari dua arah diatas, yang dilakukan adalah mengkombinasikannya. Misalnya kita akan menuju kearah diatara Utara dan Barat yaitu Barat Laut : yang dilakukan adalah, temukan sudut barat Laut pada rumah kompas, dan putar rumah kompas sehingga sudut barat Laut berada persis diatas ujung penunjuk arah pada rumah kompas. Peganglah kompas secara datar dengan begitu jarum kompas bisa berputar bebas, kemudian putarlah tubuh dan tangan sehingga bagian utara dari jarum kompas yang berwarna merah menempel sama dengan bagian utara pada rumah kompas. Hati-hati karena bagian ini sangat penting untuk diperhatikan. Jika sudut selatan jarum kompas yang menempel pada utara rumah kompas, maka artinya kita berjalan pada arah berlawanan dari arah yang kita tuju. Perhatikan hal ini karena banyak pemula yang melakukan kesalahan pada bagian ini. Jadi selalu perhatikan untuk memastikan posisi kita sudah benar. Prolem kedua yang kita sebut dengan local magnetic attraction. Jika kita membawa sesuatu benda yang mengandung besi, hal ini akan memungkinkan terganggunya jarum kompas. Bahkan staple pada peta akan memungkinkan terganggunya jarum kompas. Pastikan tidak adanya hal sejenis di atas atau di sekeliling kompas. Hal lain yang memungkinkan terjadinya gangguan magnetik pada tanah yang disebut juga magnetic deviation, tapi hal ini jarang terjadi. Hal ini akan mungkin terjadi jika kita berada pada wilyah penambangan mineral yang mengandung biji besi. Jika kita sudah yakin pada posisi yang benar, berjalanlah pada arah yang ditunjukan oleh ujung penunjuk arah pada rumah kompas. Untuk menghindari keluar dari jalur, pastikan untuk selalu mengawasi kompas secara kontinyu, katakan saja setiap seratus meter kita cek selalu posisi kompas. Tapi ini kadang cukup melelahkan untuk menunduk terus, jalan keluarnya adalah temukan sesuatu objek yang jelas dan gampang dikenal pada jalur lintasan kita dan pergilah menuju titik tersebut dari sana kemudian lakukan lagi hal yang sama dan jangan sampai menyimpang dari titik koordinat lintasan kita. Tapi hal ini akan lebih penting lagi bila kita mempunyai peta. Ada hal yang harus diperhatikan untuk menghindari menuju arah yang salah, yaitu : Matahari, pada sore hari matahari kira-kira berada di Selatan (atau di Utara pada wilayah sounthern hemisphere), jadi jika anda menuju arah utara dan mendapatkan sinar matahari pada wajah, itu artinya anda harus melakukan penentuan arah lagi.  

KAPAN KITA MEMERLUKAN TEHNIK KOMPAS INI?
Jika kita berada dialam terbuka tanpa peta, dan kita tidak tahu berada dimana, tapi kita mengetahui adanya jalan, trail, kali kecil, sungai atau sesuatu yang besar atau panjang yang mudah dikenali jika kita menuju arah yang benar. Dan kita mengetahui arah mana yang harus ditempuh, setidak-tidaknya kira-kira ke arah mana. Kemudian yang perlu dilakukan adalah, arahkan penujuk arah pada rumah kompas ke arah yang akan dituju kemudian putarlah rumah kompas sehingga jarum kompas yang berwarna merah menempel sama dengan bagian utara rumah kompas. Ikutilah langkah tersebut di atas, akan tetapi hal ini saja tidak cukup, karena tidak begitu akurat. kita menuju arah yang benar, dan tidak akan berputar-putar, tapi ini merupakan keberuntungan karena kita menemukan titik yang bisa dikenali pada lintasan ini. Karena itulah hal deklinasi tidak dibahas. Karena deklinasi merupakan hal yang berhubungan dengan penggunaan peta. Tapi jika kita bisa mengimajinasikan peta dan tahu apa itu peta, lakukanlah hal tersebut. Tapi rasa kita tidak akan begitu akurat jadi deklinasi tidak membuat sesuatu yang berbeda. Jika kita melakukan perjalanan panjang pada medan yang tidak dikenal, kita harus selalu membawa peta yang baik yang mengambarkan wilayah tujuan kita. Terlebih lagi jika kita meninggalkan jalan setapak, ini akan lebih membuat penggunakan kompas dan peta lebih interaktif, dan pada saat itulah kompas akan mejadi sesuatu yang sangat berharga. TIPE DARI KOMPAS Kompas yang baik mempunyai rumah kompas yang berisi cairan, cairan tersebut menahan jarum kompas, sehingga kita tidak harus terlalu memeggang kompas dengan posisi yang betul-betul diam. Hindarilah membeli kompas yang tidak mempunyai cairan dalam rumah kompasnya. Jarum kompas mempunyai dua warna, jika kompas dipegang rata, bagian merah akan mengarah ke utara dan yang putih ke arah selatan. Hal yang menarik adalah adanya nothern dan southern hemisphere kompas. Ini merupakan keharusan karena adanya fakta akan bidang garis magnetik, yang mana tempat terpasangnya jarum kompas, menunjukan sudut bumi pada kutup magnetik utara dan selatan. Pada northern hemisphere bagian ujung utara dari jarum kompas tertarik ke arah bawah, dan ujung utara merupakan pengantisipasi keseimbangan jarum kompas. Jika kita menggunakan northern hemisphere kompas, katakan saja Australia, bagian ujung utara magnet akan tertarik ke arah bawah dari bidang magnetik, dan juga lebih berat dari pada ujung utara – hal ini membuat jarum kompas terarah dan berpindah pada bagian bawah dari rumah kompas jika compas di pegang horisontal. Kompas yang baik akan bertahan lama, akan tetapi, kadang-kadang ada suatu hal yang tidak beres pada kompas, komponen plastiknya rusak, atau rumah kompasnya bocor. Dalam waktu yang panjang, cairan dalam rumah kompas mungkin akan berubah warna menjadi biru kehijauan. Dan sangat jarang bidang magnetik dari jarum kompas berubah, misalnya ujung utara erubah menjadi ujung selatan.

ADA DUA MACAM KOMPAS ORIENTEERING
  
1. BASE PLATE ATAU PROTRACTOR COMPASS Jenis kompas ini dikembangkan oleh Kjellstrm bersaudara di masa era perang dunia ke II dan terdiri dari piringan dasar bersegi empat, yand diberi tanda dengan anah panah merah yang menunjukan arah axis, dan rumah kompas yang bisa diputar diberi tanda dengan sudut (360 derajat untuk lingkaran penuh dari keseluruhan dunia, tapi hanya 400 pada beberapa kompas Eropa). Pada bagian dasar dari rumah berputar dari kompas diberi tanda dengan panah dan set garis paralel pada tandah panah tersebut. Sebagai tambahan kadang juga ada tali untuk mengikatkan kompas pada pergelangan tangan, sisi penggaris dengan ukurannya untuk digunakan mengukur jarak pada peta, kaca pembesar untuk membaca peta lebih baik dan contoh dari lingkaran serta segitiga untuk membuat tanda yang digunakan kursus orieentaring pada peta.  
2. THUMB COMPASS (kompas jempol) Pada pertengahan tahun 1980′an, top Swedia orienteer membuat alternatif pada kompas type dasar piringan dengan menipiskan dasar piringannya dan menempatkan strap pada kompas yang nantinya akan dipakai pada ibu jari. Kompas ini dipakai pada ibu jari tangan kiri, yang melekatkannya pada peta. Kelebihan dari system ini adalah peta dan kompas selalu dibaca sebagai satu unit, peta lebih gampang dan lebih cepat diluruskan, ditambah lagi tangan yang satunya bebas, kekurangannya adalah karena kakuratannya membuat agak sulit pada bearing. Kecendrungan pribadi biasanya memutuskan type kompas yang dipakai; pemedang kejuaraan dunia orienteering telah menang dengan menggunakan kedua type kompas di atas. Ada dua basic skill yang diperlukan oleh orienteer yaitu, Peta Orienting dan Menghitung Bearing.  

MENGGUNAKAN KOMPAS UNTUK ORIENTASI PETA
 Ini merupakan keahlian yang mudah, dan juga merupakan hal penting pada penggunaan kompas. sbb : Peganglah peta secara horisontal. Letakan kompas diatas bidang datar peta.Putar peta sampai garis utara pada peta (bisa ditemukan dua garis lurus berujung panah yang menunjukan utara magnetik atau bagian atas dari abjad yang terdapat di peta adalah utara peta) sampai sama dengan utara kompas. Sekarang peta sudah terorientasi pada medan. Ini membuatnya lebih mudah dibaca  

MENGHITUNG BEARING
Setiap arah bisa dinyatakan sebagai sudut yang terhubung dengan utara. Pada militer ini disebut “Azimuth” dan bearing dinyatakan sebagai jumlah derajat. Orienteer mengambil jalan keluar yang gampang, dengan mensetting sudut pada kompasnya dan menjaga jarum kompasnya, dan ini membuat mereka tetap bergerak pada arah yang benar. Instruksi langkah-langkah mudah cara mengeset bearing ada pada dasar kompas type baseplate adalah : Letakan kompas di atas peta penunjuk arah mengarah ke arah tujuan kita. Putar rumah kompas sehingga tanda panahnya yang terdapat pada dasar plastiknya paralel dengan panah yang tergambar pada peta (pastikan mata anak panahnya mengarah ke utara bukan selatan). Pisahkan kompas dengan peta dan peganglah peta di depan kita jadi dengan begitu arah perjalanan kita terbentang di depan kita. Putarlah tubuh sehingga jarum kompas tepat pada tanda panah di dasar rumah kompas. Pilihlah sebuah objek jelas di depan kita yang terletak dijalur perjalanan kita, ulangi prose in i(cara ini kita bisa memutari rintangan dan tetap berada pada jalur bearing kita).

SEBERAPA PENTINGNYA SEBUAH KOMPAS?
Peralatan yang paling penting yang digunakan pada orienteering adalah otak manusia. Satu peralatan lain yang diijinkan dan digunakan secara general yaitu : Kompas. Kompas sangat berguna sebagai penghitung bearing dan untuk orientasi peta, sehingga membuat peta cocok dengan medan. Tapi mungkin, di hampir banyak area, untuk melakukan sebuah jalur sangat mudah dan efisien tanpa kompas (sebagai pengecualian : akan sangat sulit untuk bernavigasi pada area yang kurang tanda-tanda alamnya tanpa kompas). Hanya kompas yang legal digunakan pada orienteering. Altimeter sangat dilarang dan GPS unit termasuk yang dilarang oleh peraturan. Sudah merupakan pernyataan yang jelas kalau GPS unit sangat berguna dan alat yang sangat menolong, tapi saat dipertanyakan bagaimana bila setiap orienteer menggunakan GPS unit dalam setiap perlombaan? orienteering merupakan hal yang tidak menarik lagi. Bagi pemula dalam orienting, wajib dan perlu mengenal pengetahuan dasar kompas dan piawai dalam membaca peta.

 MEMAKAI KOMPAS DALAM SUATU INTERAKSI DENGAN PETA
Ini merupakan pelajaran yang sangat penting, dan harus kita ketahui secara baik. Bila kita menggunakan kompas dan peta, maka akan terasa sekali kegunaan kompas, dan kita akan bisa bernavigasi di medan yang tidak dikenal dengan lebih akurat walaupun tanpa mengikuti jalan setapak. Tapi ini membutuhkan latihan dan pengalaman, disini kita tidak membahas secara khusus mengenai peta, sebab hal tersebut bisa anda dapatkan pada subjek lain di situs ini. Tapi pelajaran ini akan lebih bermafaat jika kita juga mempunyai kemampuan merasakan apa yang dikatakan oleh peta. Kembali ke pelajaran kompas. Pada prinsipnya pelajaran ini sama dengan yang sebelumnya, kita akan menggunakan peta untuk mengetahui yang benar dan bukan berdasarkan intuisi kita. Pegang Peta : Pada contoh kita yang pertama, kita perhatikan peta yang dibuat untuk orintasi, dan ini sangat jelas??? sebenarnya tidak juga, mari kita lihat peta yang kita buat secara fiktif dalam imaginasi kita. Menuju Titik : Kita akan bergerak dari jalan setapak melintasi titik A ke arah batu di B. Tentu saja untuk membuat metode ini bisa berhasil kita harus tahu betul posisi kita di titik A tersebut. Apa yang kita lakukan? letakan kompas di atas peta sehingga sisi dari kompas ada pada titik A. Sisi tersebut harus kita gunakan, sisi tersebut harus paralel dengan arah dari panah penunjuk arah perjalanan. Dan kemudian tempatkan titik B di suatu tempat disepanjang sisi yang sama, gambarannya seperti itu. Tentu saja, kita bisa menggunakan panah penunjuk arah tersebut, atau satu dari garis paralel, tapi biasanya, lebih mudah menggunakan sisi. Pada titik ini, beberapa instruktor mengatakan bahwa kita harus menggunakan pencil dan menggambarkan garis sepajang arah kita. Tapi sebaiknya jangan, pertama, ini membutuhkan waktu, kedua, jika kita mendapatkan cuaca yang basah, akan membuat rusak peta kita, atau jika berangin, kita mungkin akan kehilangan peta tersebut. Kita harus menyimpan peta (sebaiknya dalam kantong anti air) yang transparan. Dan jika berangin ikatkan pada lengan atau ransel kita. Yang paling penting adalah jika kita menggambarkan terlalu banyak garis pada peta, iniakan membuat kita akan kehilangan hal-hal yang detail pada peta tersebut. Saatnya untuk berhati-hati : Sisi dari kompas, atau juga panah penunjuk arah, harus mengarah dari titik A ke B. dan lagi, jika kita melakukannya dengan salah, kita akan melangkah ke arah yang berlainan dari arah yang seharusnya kita tuju. Jadi selalu periksa lagi, para pemula kadang membuat kesalahan pada point ini. Jaga dan tempatkan kompas selalu stedy pada peta : Apa yang akan kita lakukan selanjutnya adalah kita harus meluruskan garis orientasi dan panah orientasi dengan garis meridian peta. Garis pada peta menuju Utara, jadi, saat kita meluruskan sisi kompas dengan hati-hati dari A ke B, putar rumah kompas sehingga garis orientasi pada rumah kompas sejajar dengan garis meridien peta. Selama proses ini, jangan perdulikan apa yang terjadi pada jarum kompas. Ada beberapa kesalahan serius yang bisa terjadi disini. Mari kita ambil masalah tersebut dengan mengambil arah lawannya terlebih dahulu. Kita harus benar-benar mengerti dimana utara pada peta, dan benar-benar yakin kalau panah orientasi mengarah ke arah utara pada peta. Normalnya, utara adalah bagian atas dari peta. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah membiarkan panah orientasi mengarah ke arah selatan dari peta. Dan kemudian, perhatikan sisi dari kompas : Jika sisinya mengarah sepanjang garis dari A ke B maka saat kita selesai memutar rumah kompas, kita akan mendapatkan kesalahan pada arah kita, dan bisa membuat kita keluar dari jalur. Jika kita yakin menggunakan rumah kompas dengan benar, kita bisa memisahkan kompas dengan peta. Dan sekarang, kita bisa dengan nyata membaca bearing dari rumah kompas, dari arah dimana rumah kompas bertemu dengan panah penujuk arah. Yakinkan jika rumah kompas tidak berputar, sebelum kita mencapai titik B. Langkah terakhir adalah sama dengan pelajaran sebelumnya. Pegangalah kompas pada tangan. Dan sekarang kita harus memegannya sedatar mungkin, sehingga jarum kompas bisa bebas berputar. Lalu putarlah tubuh kita sehingga jarum kompas sejajar dengan garis di dalam rumah kompas. Kesalahan lagi jika kita membiarkan jarum kompas mengarah ke selatan. Bagian merah dari jarum kompas harus menunjukan arah utara pada rumah kompas, atau kita akan bergerak ke arah yang berlawanan. Saatnya untuk bergerak : Tapi untuk melakukan itu dengan akurasi yang optimal, kita harus melakukannya dengan cara yang special juga. Peganglah kompas di tangan, dengan jarumnya sejajar dengan arah panah orienting, kemudian bidik sasaran sehati-hati mungkin, pada arah menunjuk ke arah dari panah perjalanan. Carilah sesuatu yang bisa dijadikan tanda di medan yang dituju, dan berjalanlah kearah sana. Saat bergerak pastikan bahwa rumah kompas tidak berputar. Jika kita di hutan yang rapat, kita harus selalu mencari arah beberapa kali. Dengan cara ini diharapkan kita bisa mencapai titik B dengan selamat. Akan tetapi, kadang-kandang atau sering juga terjadi apa yang disebut dengan magnetic declination.  

MENENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS
Kita tersesat, benar-benar tersesat. Berdiri d isuatu tempat yang tidak kita ketahui, dan kita tidak tahu harus kemana. Kita dalam masalah, hal yang pertama yang harus diingat adalah, tetap tenang, berpikir rasional, dan kita bisa bertahan dalam waktu lama tanpa makan. Yang kita butuhkan adalah air. Hal yang lebih detail tentang survival ada pada bagian lain dari situs ini. Di sini hanya membahas bagaimana menghadapi situasi mencari jalan tanpa kompas. Apa yang kita punya adalah, matahari, bintang, dan alam di sekeliling kita. Halaman ini lebih membahas bagian dari northern hemisphere dari bumi, utara sebenarnya 23.5° , akan tetapi metode yang dijelaskan di sini juga bisa berlaku di southern hemisphere, tapi di beberapa tempat mungkin perlu untuk menukar utara jadi selatan agar menjadi benar. Sangat diharapkan agar kita bisa memahaminya. Sebagai permulaan : Mungkin akan merupakan ide yang bagus untuk mendaki ke atas bukit, dan melakukan orientasi pada alam sekeliling. Cobalah untuk mencari tanda-tanda dari kehidupan manusia. Jika tidak menemukan apa-apa, kita harus mencoba menemukan arah yang baik untuk memulai pergerakan. Jka kita tidak mempunyai peta, cobalah menggambarnya jika kita bisa memandang medan di depan kita, dan cobalah menandai di mana utara dengan cara menggunakan metode di bawah. Jika kita mempunyai peta, cobalah untuk menentukan di mana kita berada, Ingat, kita tidak harus mendaki lagi bukit yang seharusnya tidak kita daki. Juga kita harus hati-hati untuk tidak mendaki dan memboroskan energi karena kita sudah sangat lelah. Pada saat seperti ini kita seharusnya tetap berada dimana kita berada. Cara mencari perhatian untuk bantuan ada pada bagian survival pada situs ini. Mari kita mulai dengan metode yang paling akurat : Pada metode ini sangat dibutuhkan langit dalam keadaan cerah, dan membutuhkan banyak waktu. Salah satu dari keuntungannya adalah kita tidak membutuhkan peralatan apapun. Yang diperlukan hanyalah sebuah tongkat kira-kira dengan panjang 1 meter, dua tongkat kecil atau batu. tongkat lain atau batu yang perlu sedikit diruncingkan dan sesuatu yang bisa dipakai sebagai tali. Pagi hari, atau paling tidak sebelum siang, trik dimulai : Tancapkan tongkat yang panjang di atas tanah. Dan tanah di sekitar tongkat harus datar. Sekarang, kita bisa meletakan salah satu tongkat kecil di atas tanah persis dimana ujung bayangan dari tongkat. Kemudian ikatkan tali pada dasar dari tongkat, dan ikat juga tongkat yang kecil pada masing-masing ujungnya.
 [Sumber : http://caresociety.blogspot.com/2009/12/tata-cara-menggunakan-kompas.html]

Managemen Perjalanan Untuk Ke Alam

I. PENDAHULUAN
 Perjalanan tersebut dilakukan dengan beberapa tujuan mulai dari eksplorasi, survey maupun hanya untuk berjalan- jalan.semua perjalanan tersebut memerlukan persiapan yang baik, mengingat kegiatandi alam bebas seperti ini menghadapkankita pada berbagai kondisi alam yang apabila tidak kita ketahui dengan baik akan menghadapkan kita pada keadaan yan dapat membahanyakan jiwa kita,dan sebaiknya bila kita pahami akan memberikan kenikmatan berpetualang pada penggiatnya. Agar perjalanan di alam bebas dapat berjalan sesuai engan recana kita, ada beberapa hal yang perlu dilakukan : 1.Tujuan 2.Waktu 3.Peserta 4.Anggaran keuangan 5.Pembukuan perjalanan 6.Sponsor dan publikasi 7.Penelitian dan perencanaan perjalanan 8.perencanaan di lapangan 9.chek kesehatan 10.Pelaksanaan di lapangan 11.Setelah perjalanan (Evaluasi)

 II. PERLENGAPAN DAN PERBEKALAN
 Keberhasilanperjalanan di alam bebas ditentukan juga oleh perencanaan perlengkapan dan perbekalan yang tepat. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain : 1. Menentukan tujuan perjalanan, misal : Sekedar alan-jalan, latihan, penelitian. 2. Mengetaahui informasi dan data tentang jenis medan yang akan dihadapi misal : salju, tebing, dll. 3. Mengetahui lama perjalanan. 4. Keterbatasan kemampuan membawa. 5. Memperhatikan hal-hal khusus, misal : obat-obatan tertentu. Setelah mengetahui hal-hal tsb, maka kita dapat memiih perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi bebannya tidak melebihi kemampuan membawanya. Perhitungan beban total untuk perorangan tidak boeh melebihi sepertiga berat badan ( sekitar 15-20 kg). Perlengkapan perjalanan di alam bebas dapat dikelompokan sbb : 1. Perlengkapan dasar, meliputi : Perlengkapan memasak, makan, minum, perlengkapan untuk MCK, perlengkapan pribadi. 2. Perlengkapan khusus, yang disesuaikan dengan perjalanan : Perlengkapan penelitian, (kamera, buku,alat tulis) perlengkapan pendakian tebing (Karmentel, karabiner) 3. Perlengkapan tambahan, perlengkapan ini dapat di bawa atau tidak misal : Syal, semir, dll. Sebaiknya perlengkapan disusun terlebih dahulu pada sebuah checklist, perlengkapan dikelompoan kemudian diteliti kembali apa yang perlu dibawa atau tidak. Pisahkan antara perlengkapan kelompok dengan individu, serta diskripsikan siaoa saja yang membawa perbekalan, apakah semua perlengkapan dan perbekalan kita bawa sejak awal ataukah diperoleh dalam perjalanan.

III.PERENCANAAN DAN PERBEKALAN
Yang perlu diperhatikan : 1. Lamanya perjalanan yang akan dilakukan. 2. Aktivitas yang akan dilakukan 3. Keadaan medan yang akan dihadapi. 4. Sehubungan dengan hal diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan : a. Cukup mengandung kalori b. Mempunyai komposisi gizi c. Serta tidak asing di lidah d. Terlindung dari kerusakan, tahan lama, mudah dan sederhana dalam penanganannya, sebaiknya makanan siap saji.

IV.PACKING
Dalam penyusunan yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban, bagaimana kita menumpukan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien. Dalam batas-batas tertenttu, rangka yang dimiliki oleh ransel banyak meberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan saat menggendong beban. Namun bagaimanapun desain ransel yang dimiliki akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu menyusun barang-barang anda dengan baik. Beberapa yang harus diperhatikan: Tempatkan barang-barang yang lebih berat paling atas dan sedekat mungkin dengan badan. Barang-barang yang relative lebih ringan (Sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan di bagian bawah. Letakan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian paling atas dan mudah dijangkau setiap waktu (Jas hujan, P3K, kamera, senter, dll). Kelompokan barang-barang dan dimasukan ke dalam kantong-kantong plastic yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/ cadangan, pakaian dalam, kertas, barang elektronik. Sekali lagi buatlah checklist dari semua perlengkapan, kalau mungkin dengan beratnya agar dapat mudah menyusunnya. Petualangan alam bebas adalah kegiatan yang termasuk dalam kegiatan berisiko tinggi (high risk activity),sehingga untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan maka sebuah kegiatan alam bebas harus dipersiapkan secara matang oleh para pelakunya. Oleh karena itu perlu sebuah manajemen perjalanan yang tertata agar kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan lancar. Secara garis besar sebuah kegiatan terbagi menjadi 3 fase:
1. Pra kegiatan
2. Pelaksanaan kegiatan
3. Pasca kegiatan

1. PRA KEGIATAN
A. Perencanaan Perjalanan - maksud tujuan dan target perjalanan Ini adalah awal dari rangkaian kegiatan,yaitu menentukan maksud perjalanan dan tujuan lokasinya kemana serta target yang akan dicapai itu seperti apa.contoh: kita akan mengadakan ekspedisi penelitian budaya ke pedalaman suku baduy,target yang akan kita capai antara lain: pendataan social ekonomi ,penelitian kepercayaan suku baduy,dll. - perencanaan waktu dan tempat - pengumpulan data lokasi kegiatan seperti letak geografis dan administratif , kondisi wilayah(medan, masyarakat dan lingkungannya), budaya masyarakat local,akses ke lokasi,dan info-info menarik tentang daerah tersebut. - perencanaan pendanaan - perencanaan kegiatan perjalanan - perencanaan logistik pelengkapan dan perbekalan B. Persiapan Perjalanan a. pembentukan tim langkah awal yang dilakukan setelah perencanaan kegiatan adalah pembentukan tim sesuai dengan kebutuhan kegiatan tersebut: (meliputi, ketua pelaksana,sekretaris, bendahara, pendanaan,perlengkapan,perizinan dan transportasi,dokumentasi serta operasional lapangan yg mengurusi masalah teknis selama kegiatan) - perijinan dan administrasi - pendanaan - pembuatan agenda kegiatan - pendalaman materi pendalaman materi disesuaikan dengan maksud dan tujuan kegiatan.misalnya apabila akan melaksanakan perjalanan mendaki gunung es,maka materi yang diberikan adalah yg berkaitan dengan pendakian gunung es (seperti teknik pemanjatan gunung es, mountain sickness, dll) - persiapan fisikfisik sangat menentukan kelancaran kegiaatan alam bebas,oleh sebab itu perlu adanya latihan fisik guna mempersiapkan kondisi fisik sebelum kegiatan.latihan atau training adalah suatu proses yang berlangsung secara sistematis,dilakukan secara berulang ulang dengan kian bertambah jumlah beban latihannya (overload training) dengan bentuk latihan yang spesifik. b. persiapan perlengkapan yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan perlengkapan perjalanan antara lain: sesuai dengan medan lokasi kegiatan,sesedikit mungkin dengan kegunaan sebanyak mungkin. Adapun spesifikasi perlengkapan seperti: - perlengkapan pribadi - perlengkapan kelompok seperti: perlengkapan operasi,navigasi,camping,perlengkapan komunikasi,dokumentasi. Perlengkapan kesehatan ,dll c. persiapan perbekalan makanan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan perbekalan: - sesuaikan perbekalan dengan lamanya perjalanan,aktivitas yang akan dilakukan,serta kondisi medan - cukup mengandung kalori,mempunyai komposisi gizi yg memadai,serta tidak asing bagi lidah dan penciuman (rasa dan selera) - sebaiknya siap saji,irit air dan bahan bakar Setelah perencanaan perbekalan dengan informasi lengkap,perkiraan kondisi medan dan aktivitas yang akan dilakukan maka lakukan hal-hal berikut: - perhitungkan kalori yang diperlukan - susun daftar makanan yang memenuhi rencana diatas,kemudian kelompokkan menurut komposisi dominant:karbohidrat,protein,lemak,kemudian hitung masing masing kalori totalnya (setelah siap dimakan - apabila ada kekurangan,tambahkan dengan suplemen berupa tablet vitamin dan mineral - survey kelayakan lokasi kegiatan setelah data tentang lokasi kegiatan telah terkumpul,perlu diadakan survey uji kelayakan lokasi kegiatan agar segala kemungkinan kendala bisa diantisipasi sebelumnya d. try out Untuk menilai persiapan tim baik materi ,fisik dan kemampuan lainnya maka tim yg akan melakukan kegiatan perlu mengikuti try out.Hasil try out ini menjadi acuan kelayakan tim untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya C. Publikasi Perjalanan Manfaat publikasi kegiatan antara lain: - menunjang pencarian dana dalam kegiatan sumber dana sebuah kegiatan biasanya berasal dari dana organisasi dan sponsor.Sebuah perusahaan atau instansi bersedia mengeluarkan dana sponsor apabila kita memiliki ruang publikasi yang menguntungkan untuk mereka - sebagai citra Organisasi Publikasi kegiatan yang baik akan berimbas pada meningkatnya citra organisasi yang melakukan kegiatan tersebut - sebagai informasi bagi masyarakat - untuk dokumentasi

2. PELAKSANAAN KEGIATAN
 pembagian tugas dan kerjasama tim pembagian tugas disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan lapangan,ketua pelaksana beserta panitia sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan dan mempersiapkan semua kebutuhan pra kegiatan,sedangkan operasional lapangan mengkoordinir tim lapangan(atlit).dari persiapan pra kegiatan sampai pada saat kegiatan,adapun pembagian tugas tim lapangan sesuai kebutuhannya seperti: ketua tim(leader),notulen,navigator,logistik,kesehatan,komunikasi,dokumentasi,pendataan. - manajemen perlengkapan dan perbekalan perlengkapan dan perbekalan adalah bagian paling penting dalam kegiatan.oleh sebab itu perlu pengaturan dalam penngunaannya.hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan perlengkapan dan perbekalan antara lain: - data semua perlengkapan dan perbekalan - rencanakan penggunaan peralatan per harinya - jaga dan rawat peralatan tersebut - sesedikit mungkin dengan manfaat sebanyak mungkin - sistem komando, komunikasi dan rescue untuk kelancaran kegiatan lapangan maka perlu system komando dan komunikasi yang bagus .sehingga segala sesuatu seperti informasi mendadak,pengiriman berita dan data kecelakaan dapat direspon dan ditanggulangi dengan cepat. - dokumentasi kegiatan Mendokunentasikan sebuah kegiatan dalam bentuk poto,video,catatan/tulisan sangat diperlukan.Selain sebagai bahan untuk laporan kegiatan,dokumentasi juga menjadi bahan dari publikasi kegiatan tersebut

3. PASCA KEGIATAN
laporan kegiatan laporan kegiatan adalah bentuk hasil kegiatan.sehingga dengan laporan kegiatan bisa menjadi acuan dan tolak ukur untuk kegiatan selanjutnya - evaluasi kegiatan evaluasi kegiatan bermaksud agar segala kekurangan –kekurangan selama kegiatan bisa menjadi pelajaran untuk kegiatan selanjutnya. 4. PERSIAPAN Untuk merencanakan suatu kegiatan ke alam bebas harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut : Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Pendakian Gunung Ungaran, Susur Gua Kiskendo Kendal. Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 5 Orang panitia dan 20 Orang peserta. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang dan bisa bermacam-macam jawaban. Contoh : Untuk melakukan DIKSAR dan Petualangan. When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama? Contoh: 10 November 2008 sampai dengan 20 Desember 2008 Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut : • Bagaimana kondisi Tempat • Bagaimana cuaca disana • Bagaimana perizinannya • Bagaimana mendapatkan air • Bagaimana pengaturan tugas panitia • Bagaimana Acara DIKSAR berlangsung • Bagaimana materi yang disampaikan • Dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi) Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian : Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya. Pengurusan perizinan (Kepolisian, Kepala Sekolah, Orang Tua, Kepala Desa Setempat) Pembagian tugas panitia. Penyusunan Rencana Kegiatan. Perencanaan kebutuhan peralatan, perlengkapan dan Transportasi. dan lain sebagainya. (sumber : adventureindependent.blogspot.com)

Persiapan Fisik Sebelum Mendaki

Kali Ini Saya Telah Mengumpulkan Beberapa Informasi Yang telah Saya Baca dari Beberapa Artikel-Artikel Di internet
Silahkan Disimak ya .... :v




MELATIH KEKUATAN PERUT
Lakukan sit up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 - 25 kali untuk mengencangkan otot perut agar terhindar dari kram
.
 MELATIH KEKUATAN LENGAN DAN DADA Lakukan push up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 untuk mengencangakn otot dan meningkatkan stamina tubuh
.
JOGGING / LARI Berfungsi melatih kerja dari pembuluh kapiler agar bekerja untuk meningkatkan daya tahan dan memacu kerja jantung sehingga meningkatkan VO2 Max. lakukan 2 - 3 kali seminggu dan selama 30 - 45 menit. karena persendian yang terlatih akan terjaga kekuatan dan kelenturannya karena lari banyak menggerakkan otot kaki sehingga terlatih dan dapat mengurangi resiko cedera.

JOGGING DENGAN BEBAN Jogging dengan membawa beban tertentu untuk membiasakan dengan kondisi di lapangan yang sesungguhnya. Mengangkat beban dengan berat tertentu untuk melatih kekuatan dan kebugaran otot sehingga faktor fisik tidak menjadi permasalahan dalam perjalanan pendakian
.
MELATIH KEKUATAN BAHU Lakukan pul up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 - 25 untuk menguatkan otot bahu yang menjadi tumpuan beban ransel.

LATIHAN ANGKAT BEBAN Lakukan latihan angkat beban dengan barbel secara teratur dan berkelanjutan sehingga dapat dilakukan penambahan beban untuk mencapai hasil yang maksimal. Kemudian buatlah jadwal yang konsisten agar target yang akan dituju tercapai dengan baik, kemudian lakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan fisik.

Rabu, 13 Februari 2013

Kumpulan Photo2 Deklarasi Mapala Umri